Ribuan Jemaah Hadiri Tujuh Hari Wafatnya KH Jakfar Shodik

Makam almarhum KH Jakfar Shodik, di Ponpes Raudlatul Ulum 2, Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang. (Foto: istimewa)

NUKITA.ID, MALANG – Ribuan jemaah, mulai dari masyarakat umum, santri dan alumni menghadiri pembacaan tahlil, surat yasin dan doa bersama dalam tujuh hari wafatnya KH Jakfar Shodik, Dewan Pengasuh  Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Gus Faris, begitu KH Jakfar Shodik populer disapa, wafat Minggu (19/2/2017) pukul 16.00 WIB. Mendiang dimakamkan di pemakaman khusus di dalam Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2, Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Banyak tokoh, ulama, habaib serta pejabat hadir dalam acara tujuh hari wafatnya almarhum KH Jakfar Shodik.

Secara khusuk para jemaah mengikuti pembacaan tahlil yang dipimpin langsung oleh KH Muhammad.

Sebelum pembacaan tahlil, sambutan mewakili keluarga disampaikan oleh Wakil Bupati Malang, HM Sanusi. Ia menyampaikan terima kasih pada jemaah yang telah hadir, yang telah mendoakan sejak hari pertama hingga tujuh hari wafatnya.

HM Sanusi juga sepintas mengisahkan sosok almarhum masa kecil. Saat masih kecil, HM Sanusi yang mengantar putra dari KH Qosim Bukhori itu ke sekolah dan menemaninya hingga beranjak dewasa.

Menurut HM Sanusi, sosok almarhum semenjak kecil sampai dewasa memang sangat menarik, bersahaja, terutama soal sopan santunnya pada orang lain yang tidak mau menyakiti siapapun yang dihadapi.

Karenanya, pantaslah almarhum terpilih menjadi mursyid thariqat Naqsabandiyah yang selalu menjadi sosok yang mengayomi, membimbing dan mendoakan para jemaah thariqah yang tidak hanya di Malang dan Lumajang bahkan jemaahnya yang menyebar di Kalimantan dan Sulawesi. 

Sementara itu, menurut KH Hamim Kholili, kakak ipar dari almarhum, yang juga menjabat Ketua Dewan Syura DPC PKB Kabupaten Malang, bahwa sosok almarhum adalah sosok Kiai yang langka pada zaman saat ini.

"Keluguan dan ke ikhlasan beliau dalam berinteraksi sangat mengesankan. Karenanya, sangat banyak sekali yang merasa kehilangan sosok beliau apalagi keluarga yang ditinggalkannya. Memang beliau tidak mau dikenal banyak orang. Sangat senang dengan kesendiriaannya. Hanya bermunajat pada Allah SWT di waktu malam," jelasnya, ditemui usai acara tahlil dan pembacaan Yasin.

Mungkin nilai Gus Hamim, begitu KH Hamim Kholili karib disapa, mungkin Allah cemburu hambanya yang sangat dekat dengan-Nya akan diambil oleh mahluknya.

Almarhum selaku Dewan Pengasuh  Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 Putukrejo Gondanglegi Malang juga sangat perhatian terhadap santri dengan kelembutannya memberikan nasehat.

"Bahkan para alumni sangat merasakan kehilangan dan banyak yang meneteskan air mata atas kepergian beliau. Sungguh beliau adalah sosok yang sangat mengagumkan bagi umat dan para santrinya. Semoga amalnya selama hidup diterima oleh Allah SWT dan ditempatkan disisi junjungan kita Nabi Muhammad SAW," begitu doa Gus Hamim.

Atas nama keluarga tambah Gus Hamim, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dr H Rendra Kresna, Wakil Bupati H. Sanusi, Wakil Pimpinan DPRD Kabupaten Malang, H Abdul Kholik, Pengurus DPC PKB Kabupaten Malang.

Selain itu, pihak Managemen Pabrik Gula Krebet Baru, alumni santri Ponpes Raudlatul Ulum 2 dan seluruh masyarakat atas perhatian dan doanya mulai dari pemakaman sampai tahlil ke 7 harinya. "Semoga Allah yang menggantinya. Terima kasih doanya," katanya.(*)

Berita Lainnya

berita terbaru
Bencana Nasional Virus Corona COVID-19

Ini Pesan Habib Luthfi Bin Yahya Tentang Virus Corona

19/03/2020 - 13:16

berita terbaru
Berita Duka Datang dari Tokoh NU Kabupaten Malang

Biografi Singkat Almarhum Dr HM Taufiqi,SP,MPd

08/03/2020 - 02:09

berita terbaru
Ulama Aswaja

Mayor KH Mashudi Saksi Hidup Resolusi Jihad NU

27/02/2020 - 15:34

Comments