PWNU Award

Siang ini Puncak Pengumuman Juara PWNU JATIM Award

Gelaran PWNU Award ( Foto istimewa )

NUKITA.ID, SURABAYA – Gelaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim Award 2019 akan memasuki puncaknya siang ini. Setelah melewati tahapan permohonan keikutsertaan, pengiriman berkas yang dilanjutkan dengan visitasi ke lokasi peserta hingga presentasi, para juara akan diumumkan.

Kegiatan nantinya dipusatkan di aula lantai tiga kantor PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya dengan dihadiri sejumlah perwakilan nominator dan undangan.

“Alhamadulillah seluruh tahapan telah bisa dilampaui dengan baik,” kata Muhamad Koderi, Selasa (2/7). 

Ketua Panitia PWNU Jatim Award tersebut menjelaskan bahwa panitia bekerja secara maraton. “Penilaian dari dewan penilai di tiga tempat dengan sejumlah peserta baru selesai tadi malam,” ungkap Wakil Ketua PWNU Jatim tersebut.

Sekedar diketahui, lokasi grand final yakni penyampaian presentasi dari setiap nominator berlangsung di tiga tempat. Pertama di kantor PWNU Jatim, kemudian kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), serta Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo.

“Seluruh nilai dari dewan penilai kita terima tadi malam dan langsung kita gelar rapat pleno untuk direkap demi menentukan siapa juara dari masing-masing kategori,” jelas alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Salah seorang Pengurus Pusat (PP) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut mengemukakan kegiatan grand final berlangsung dua hari yakni pada Ahad (30/6) hingga Senin (1/7).

Para nominator juga semakin beragam. Dari mulai Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU yang diikuti sepuluh peserta. “Masing-masih adalah dari PCNU Sumenep, Lamongan, Gresik, Babat, Tuban, Sidoarjo, Banyuwangi, Lumajang, Mageatan, serta Pacitan,” jelasnya.

Yang menarik, ada juga ajang bagi Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) yang diikuti empat peserta. “Meliputi PRNU Gedangan, Sidayu, Gresik, kemudian dari PRNU Dadapan, Solokuro, Lamongan, serta PRNU Singonegaran, Kota Kediri,” ulasnya.

Pada ajang ini juga dipilih mana Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), yakni kepengurusan NU di tingkat kecamatan. Pesertanya adalah dari Bungah, Kabupaten Gresik, Jenu, Kabupaten Tuban, Jombang, Kabupaten Jombang, Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Badas, Kabupaten Kediri, serta Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Di tingkan badan otonom atau Banom juga ada persaingan. Baik di level kepengurusan Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, ISNU, IPPNU, IPNU, Pergunu, hingga Jatman. 

“Yang menarik adalah keikutsertaan Jatman karena memang tidak mudah mengajak para mursyid dan kiai untuk menata organisasi,” jelasnya.

Untuk SD/MI diikuti tiga peserta yakni MI Sunan Drajat Lamongan, MI Asa’adah Gresik, serta MI Darussalam, Candi, Sidoarjo. “Dan untuk tingkat menengah diikuti MTs Ma’arif NU Blitar, serta MTs Putri Nurul Masyitoh, Lumajang,” katanya.

Pak Koderi, sapaan akrabnya sangat berterima kasih kepada sejumlah kalangan yang telah menyukseskan kegiatan yang telah memasuki tahun keempat. “Tanpa bantuan sejumlah pihak, rasanya sangat sulit kegiatan dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.

(Sumber : NU Online)

Comments